TOP NEWS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mattis nisi felis, vel ullamcorper dolor. Integer iaculis nisi id nisl porta vestibulum.

Mencerdaskan buah hati dengan dongeng

Sedikit berkilas balik ke masa Anda masih kecil, pernahkah merasakan enak dan serunya didongengi oleh orang tua? Pernah menanti detik-detik menjelang Anda didongengi karena penasaran sambungan cerita terakhir yang masih menggantung?
Kini mungkin Anda berada di posisi sebagai ‘dalang’ cerita untuk si buah hati. Tahukah Anda bahwa, membacakan cerita untuk si kecil ternyata tidak hanya dapat menghiburnya, tapi juga bisa mengembangkan kecerdasan emosinya sekaligus.
Kecerdasan emosi, alias Emotional Intelligence , membagi-bagi wilayah emosi beberapa bagian. Untuk mengembangkan semuanya, salah satu metode yang paling mudah dan bisa Anda lakukan adalah dengan mengajak si kecil mendengarkan cerita, alias didongengi. Dengan catatan tentunya Anda sudah memfilter cerita yang akan disampaikan dengan baik. Dalam artian, bisa dicerna si kecil dengan mudah dan tidak melibatkan unsur kekerasan ataupun pornografi. Tentunya Anda juga harus membumbuinya dengan nasihat dan bimbingan moral pada akhir cerita.
Tapi mengapa justru lewat cerita dan dongeng malah kecerdasan emosi si kecil terbantu untuk terasah?
Banyak manfaat yang dapat diambil dari sebuah cerita bermoral. Antara lain adalah mengenalkan si kecil pada berbagai macam sifat manusia, perilaku sampai masalah yang dihadapi beserta solusinya. Ibarat berbagi pengalaman dan mencari sisi baiknya. Dari sini ia akan belajaruntuk tidak hanya berputar-putar pada masalah yang terjadi, tapi lebih kepada memecahkannya dan mencari solusi untuk lepas dari masalah. Itu baru satu hal. Buah hati Anda juga akan menambah pesat perbendaharaan katanya dengan cerita yang Anda sampaikan. Sisi plusnya lagi, bila ia menemui kata sukar yang tidak dimengerti, ia bisa langsung bertanya pada Anda. Selain itu juga tokoh yang baik hati dan biasanya pasti menang (berakhir bahagia) dalam ending cerita, akan memberinya inspirasi dan panutan untuk mengikuti langkah si tokoh tersebut. Dari sini perlahan kecerdasan emosinya akan terasah, plus ditambah lagi ia juga akan menerapkannya saat mengalami langsung.
How?
Walaupun pada dasarnya semua anak kecil suka didongengi, tapi perhatikan juga usia anak Anda. Bila si kecil masih dalam usia batita (1-3 tahun) , tekankan penceritaan pada emosi yang dirasakan si tokoh. Misalnya Anda bercerita tentang si Budi yang dibelikan sepeda baru, tekankan emosi kegembiraan si Budi sehingga si kecil mengerti maksudnya. Dari sini ia akan bisa mencerna dan belajar mengelola emosinya.
Untuk balita, atau 3 sampai 6 tahun , tentunya perkembangan otak mereka sudah lebih hebat dari usia batita. Buatlah kegiatan bercerita jadi lebih interaktif. Selesai mendongenginya dengan sebuah cerita, ajaklah ia berandai-andai menjadi si tokoh cerita dan apa yang akan ialakukan bila itu terjadi padanya.
Bagi Anda yang tidak pandai mengarang cerita, toh bisa minta bantuan pada buku cerita anak-anak yang beragam di toko buku. Anda tinggal membacakan dan sedikit improvisasi agar cerita lebih menarik dan hidup.
Jadi sudah tahu mau mendongeng apa malam ini?